1c72cce9f64e723f84ec81a44ce9d250
By: 22 06-10-2026

Roadshow ke SMK, Tri Adhianto Cari Lulusan Siap Kerja di Proyek Strategis Nasional

KOTA BEKASI – Ratusan siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bekasi antusias mengikuti sosialisasi ketenagakerjaan terkait pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi memperkenalkan peluang kerja sekaligus mempersiapkan tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional PSEL di kawasan Bantargebang.

Sosialisasi dilaksanakan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada Selasa (6/10/2026) di tiga sekolah, yakni SMK Karya Guna 1 Duren Jaya, Bekasi Timur, SMKN 5 Teluk Pucung, Bekasi Utara, dan SMK Patriot 1 Harapan Mulya, Medan Satria.

PSEL Kota Bekasi berlokasi di RW 04, Ciketingudik, Bantargebang, dengan luas lahan 6,1 hektare. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari dan menggunakan teknologi Moving Gate Incinerator serta sistem pengendalian polusi udara.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa SMK, khususnya dari jurusan elektrik dan bidang yang relevan, diperkenalkan dengan peluang untuk menjadi bagian dari tenaga operator PSEL. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan sekitar 100 calon tenaga kerja untuk direkrut dan mengikuti proses persiapan sebelum bekerja.

Tri Adhianto mengatakan, peluang tersebut menjadi kesempatan bagi siswa SMK untuk mempersiapkan diri sejak dini, terutama karena kebutuhan tenaga kerja akan disesuaikan dengan bidang yang dibutuhkan dalam operasional fasilitas PSEL.

“PSEL bukan hanya berbicara mengenai bagaimana kita menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang baru bagi anak-anak Kota Bekasi untuk mendapatkan pekerjaan. Karena itu, saya ingin siswa SMK mempersiapkan diri, meningkatkan kemampuan, dan melihat ini sebagai kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan Kota Bekasi,” ujar Tri.

Para calon tenaga kerja juga dipersiapkan untuk menjalani pelatihan kerja selama delapan bulan di PT Wangneng, China. Selain memenuhi persyaratan pendidikan, calon peserta harus memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik serta memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam proses seleksi.

Tri menjelaskan, kehadiran PSEL diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Kota Bekasi. Selain mengurangi sampah yang masuk ke TPA, fasilitas ini juga dirancang menghasilkan energi listrik dan mendorong terbentuknya lapangan kerja hijau.

Berdasarkan paparan Pemkot Bekasi, PSEL diproyeksikan menghasilkan listrik untuk kebutuhan sekitar 55.000 rumah tangga dan berpotensi mengurangi emisi hingga sekitar 640.000 ton CO? ekuivalen per tahun.

“Yang kita bangun adalah sebuah ekosistem yang manfaatnya harus dirasakan masyarakat. Sampah dapat diolah menjadi energi, lingkungan bisa ditata lebih baik, dan di saat yang sama anak-anak kita mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan berkembang. Ini yang ingin kita dorong agar manfaat PSEL benar-benar berkelanjutan,” kata Tri.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemkot Bekasi berharap siswa SMK dapat memahami peluang sekaligus mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong teknologi pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau bagi masyarakat Kota Bekasi.

(Prab)

Pemkot Bekasi Roadshow Wali Kota Bekasi Proyek Strategis